DISTRIBUSI FONEM BAHASA INDONESIA,
PERUBAHAN BUNYI ATAU FONEM, GRAFEMIK, FONEM ALOFON DAN EJAAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas sejarah
sastra
Dosen pembimbing
Oleh :
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU KEGURUANDAN PERGURUAN
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT atas rahmat serta hidayahnya kepada
kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah tentang “nabi Muhammad saw dan
sunah-sunahnya”.
Disamping
itu kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami selama pembuatan makalah ini.
Demikian
yang dapat kami sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca. Kami mengharap kritik dan saran agar kedepannya kami perbaiki. Karena
kami sadar masih banyak kekurangan.
Paguyangan,
Oktober 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang 1
1.2.Rumusan
Masalah 1
1.3.Tujuan
Pembahasan 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Distribusi Fonem bahasa Indonesia 2
2.2. fonem 2
2.3. Alofom 3
2.4. Ejaan 3
PENUTUP 4
3.1. Simpulan 4
DAFTAR PUSTAKA 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Fonem adalah
kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Fonem
dibedakan menjadi tiga yaitu : fonem vokal, fonem konsonan dan fonem aftong.
Seperti yang telah diketahui, fonem-fonem yang merupakan abstraksi bunyi
bahasa yang dihasilkan oleh alat-alat bicara. Ketika bunyi-bunyi bahasa itu
dihasilkan, tentu ada yang mendapat hambatan, dan ada pula yang dihasilkan
tanpa halangan. Selain itu, antara fonem yang satu dengan yang lain terjadi saling
pengaruh. Telah diketahui pula bahwa setiap bahasa mempunyai sistem, termaksud
sistem yang berhubungan dengan fonologi, fonem yang ada pada suatu bahasa
tertentu, belum ada pada bahasa tertentu. Dapat dikatakan, fonem-fonem dalam
berbagai bahasa memperlihatkan persamaan, dan juga perbedaan.
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut.
-
Apa Distribusi
fonem bahasa Indonesia dan jenis-jenisnya?
-
Pengertian fonem
atau bunyi.
-
Perubahan fonem
grafemik.
-
Pengertian Fonem
alofom.
-
Pengertian Ejaan
dan aspek-aspek Ejaan.
1.3. Tujuan Pembahasan
-
Diharapkan mahasiswa
memahami pengertian fonem atau bunyi.
-
Diharapkan
mahasiswa memahami distribusi fonem bahasa indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Distribusi Fonem bahasa Indonesia
Distribusi fonem adalah letak atau beradanya sebuah
fonem didalam suatu ujaran yang biasa kita sebut dengan kata. Secara umum fonem dapat berada diawal posisi kata,ditengah
maupun diakhir kata. Ada beberapa fonem yaitu :
a.
Fonem vokal,
selalu dapat menduduki semua posisi pada semua tempat, berkenaan dengan
posisinya sebagai kenyaringan pada setiap silabel.
Contohnya : ambil
Vokal /i/, dapat
menduduki semua posisi (indah, amin, dan tani).
b.
Fonem konsonan,
tidak selalu demikian, hanya bisa menduduki awal atau akhir, mungkin bisa
menduduki posisi awal saja.
Contohnya : pikat,
lipat, dan tutup
Konsonan /b/ juga dapat
menduduki semua tempat, seperti bambu, timbul, dan sebab.
Namun, pada posisi
akhir sebagai koda posisinya mendua. Di sini fonem /b/ itu hilang kontrasnya
dengan fonem /p/, hal ini disebut arkifonem.
c.
Fonem diftong,
-Diftong iay dapat
menduduki posisi awal dan akhir.
Contohnya : pantay dan
landay.
-Diftong ioy hanya
menduduki posisi akhir.
Contohnya : amboy
2.2. Fonem
Fonem adalah kesatuan bunyi
terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Perlu diingat bahwa
fonem merupakan penamaan sistem bunyi yang membedakan makna, jumlah fonem lebih
sedikit dari bunyi-bunyi yang ada.
Berdasarkan
hasil penelitian, fonem bahasa indonesia berjumlah sekitar 6 fonem vokal dan 22
fonem konsonan.
-
Fonem grafemik,
memiliki 1 arti dalam bidang ilmu linguistik, grafemik memiliki arti dalam
kelas nomina dapat dinyatakan nama dari seseorang dan tempat. Dalam KBBI
grafemik yaitu penyelidikan mengenai tulisan huruf disistem aksara.
-
Grafem adalah
sistem pertambangan bunyi alih-alih disebut sistem ejaan, grafem pada dasarnya
adalah huruf.
Grafem dibagi menjadi 2
yaitu :
1.
Grafem yang
mengikuti sistem fonetis.
Lebih populer dan
melambangkan bunyi-bunyi yang diucap penutur dalam bentuk huruf. Jumlah bunyi
dilambangkan relatif banyak dari jumlah yang ada dalam alphabet.
2.
Grafem yang
mengikuti sistem fonemis
Melambangkan
fonem-fonem bahasa tertentu dalam bentuk huruf. Jadi, pelambangan disesuaikan
dengan bunyi-bunyi yang membedakan makna.
2.3. Alofom
Alofom adalah suatu fonem yang berbeda-beda menurut
lingkungan distribusinya.
Contohnya
: fonem /i/ dan /u/didalam bahasa indonesia dan jawa yang alofomnya dapat
berbeda bergantung pada lingkungan distribusinya.
2.4. Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata,
kalimat) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandarisasikan dan mempunyai
makna.
Ejaan
dibagi menjadi 3 aspek yaitu :
1)
Aspek fonologis
Yaitu yang menyangkut
penggambaran fonem dengan huruf dan penyusun abjad.
2)
Aspek morpologis
Yaitu yang menyangkut
penggambaran satuan-satuan morfologis.
3)
Aspek sintaksis
Yaitu yang menyangkut penanda ujaran
berupa kata baca.
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Distribusi
fonem adalah letak atau beradanya sebuah fonem didalam suatu ujaran yang biasa
kita sebut dengan kata.
Ada beberapa fonem yaitu :Fonem vokal, Fonem konsonan, Fonem diftong. Fonem
adalah kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna.
fonem bahasa indonesia berjumlah sekitar 6 fonem vokal dan 22 fonem konsonan.
Alofom adalah suatu fonem yang berbeda-beda menurut lingkungan distribusinya. Ejaan
dibagi menjadi 3 aspek yaitu : Aspek fonologis, Aspek morpologis, dan Aspek
sintaksis
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar