Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisi Gundah

Bingung Huh...  Dunia... Dunia... Dunia....  Tidak lelah kah kau terus bermain denganku?  Sebentar kauangkat aku Sebentar kaubanting aku Tidakkah kaulihat tubuhku terjerembab dalam kesunyian Ah, tidak... Tidak... Tidak yang sunyi hanya hatiku - tidak pikiranku Oh suara-suara aneh di kepalaku riuh Apa yang sebenarnya engkau perdebatkan?  Tidakkah kau biarkan aku tenang sekejap?  Dalam riuh kepala, kubakar sebatang cigarette oh tidak, sebatang demi sebatang, oh tidak juga... satu bungkus, ah lebih kucoba racuni segala riuh dengan nikotin yang menjalar itu tenang sejenak, aku berfokus apakah yang kita cari sebenarnya? 

Tentang Cinta

Berikut sebuah puisi tentang cinta. Semoga bisa menginspirasi.  Bab Cinta Cinta adalah badai yang siap menerjang siapa yang tetap berdiri ialah sang pecinta sejati siapa yang luluh-lantah ia telah teguh walau akhirnya musnah Cinta adalah pesakitan ia mengajarkan tentang bertahan sebab, tanpa pesakitan, kau tak mengerti kebahagiaan Bumiayu, November 2022

Ibu Sejati | Putu Wijaya

IBU SEJATI Karya: Putu Wijaya Sebagai ibu yang baik aku datang ke kantor polisi, atas kemauan sendiri. Melaporkan putraku ujang yang telah khilaf, sesat, bejat, buas. Ia teler lalu membantai satu keluarga ludas. Ia mengunci mereka dalam kamar lalu membakar. Lima orang meninggal. Termasuk pacar Ujang sendiri. Alasannya tak ada. Ujang bilang ia tak tahu. Aku tak sadar, ibu, katanya. Aku berharap yang berwajib akan bijaksana, oleh laporanku yang terus terang mengakui kesalahan Ujang. Dengan harapan supaya itu bisa meringankan hukumannya. Banyak yang bilang kalau berterus terang mengaku dosa hukumannya ringan. Siapa lagi yang wajib melaporkan anak yang haus darah kalau bukan bunda kandungnya sendiri? Siapa lagi yang bertugas mendera putra yang gelap mata mencabik jiwa warga tak berdosa, termasuk pacar sendiri yang amat dia cintai, kalau bukan bunda kandungnya? Aku yang telah memberi Ujang darah dan daging, tapi aku telah alpa tidak berhasil menjauhkan dia dari pergaulan sesat. Aku sun...

Puisi Perdamaian

Perdamaian Perdamaian hanyalah celoteh usang yang selalu meniduri sisi gelap dalam tidurku Hingga sang surya menyinari pagi, yang ada hanya kekacauan birokrasi Merdeka merdeka itulah yang merka ucap dalam setiap orasi Damai dan merdeka adalah sepasang suami istri  yang hidup dalam sebuah rumah tangga suatu negara Namun apa yang didapat Perdamaian hanya untuk mereka yang mempunyai kekuasaan Perdamaian hanya untuk mereka yang meniduri kemerdekaan kaum lemah Kekejaman yang merugikan semua golongan Golongan yang tak tau apa yang diperebutkan Wahai engkau para penguasa negri Lihatlah! Semua rakyatmu mengingin perdamaian Lihatlah! Perdamaian yang membuat semua aman Damai, damai, dan damai Baca Juga : https://ayobelajarbarengkita.blogspot.com/2018/07/puisi-ada-rindu-di-langit-kelabu.html https://ayobelajarbarengkita.blogspot.com/2018/07/puisi-meski-kau-tak-tahu.html https://ayobelajarbarengkita.blogspot.com/2018/05/aliran-realistik-...

Puisi "Ada Rindu di Langit Kelabu"

Ada Rindu di Langit Kelabu Karya. Abdul Baiyazid Terpaaan angin rindu mulai merasuk hati Di terangi bulan menambah kehampaan tanpa dirimu Gemerlap bintang tertawa kala melihatku duduk memikirkanmu Kusampaikan rindu lewat angin bertiup menghampirimu Mengirimkan pesan lewat senyuman sang bulan Rindu yang menggebu, kuredakan dengan lagu Aku mulai berharap agar waktu mempercepat kita untuk bersatu Memadu kasih yang tak terhalang tingginya dinding penghalang Berbagi cinta dan cerita di bawah indahnya matahari Dan bulan yang menerangi saat malam mulai gelap Ingin rasanya kita duduk berdua diiringi suara anak kecil Di bawah atap langit dihiasi bintang bertabur Dipayungi atap kaca rumah kita Dipisahkan takdir kala ajal tiba Ketahuilah rindu ini hanya untukmu Cinta kasih dan sayang yang masih kepadamu Kuharap takdir benar memihak kepada kita Untuk pembaca yang sedang rindu dengan seseorang, semoga cepat bertemu. Salam sastra.

Puisi " Meski Kau Tak Tahu"

  Meski Kau Tak Tahu Karya, Lilis Farkhatin Biar kunikmati saja senja sendiri Biarkan rindu yg menggebu ini perlahan melebur dengan seiring waktu berlalu Kamu takan tau disini ada hati yg terluka ketika kau bersamanya di tahta mahkota yg pernah kau janjikan Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa subscribe.

Sejarah Perkembangan Sastra Angkatan 45

BAB I PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang mekingkupi berbagai macam karya sastra yang berada di Indonesia. Sastra Indonesia di rujuk pada sastra yang dibuat di wilayah kepulauan Indonesia dan pada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan bahasa Melayu (bahasa indonesia adalah turunannya). Periodisasi sastra adalah pembabakan waktu terhadap perkembangan sastra yang ditandai dengan ciri-ciri tertentu. Maksudnya setiap periode memiliki ciri tertentu yang berbeda dengan periode yang lain, secara urutan waktu terbagi atas angkatan Pujangga Lama, angkatan Balai Pustaka, angkatan Pujangga Baru, angkata 1945, angkatan 1950-1960-an, angkatan 1966-1970-an, angkatan 1980-1990-an, angkatan reformasi dan angkatan 2000-an. Angkatan 45 dimulai tahun 1942, tidak lama setelah Jepang masuk ke Indonesia. Jepang melarang menggunakan bahasa belanda dan diganti bahasa Melayu, yang mengakibatkan perkembangan pesat di du...

contoh puisi cinta yang tak sampai

contoh puisi cinta yang tak sampai puisi ini sebagai bentuk rasa kekecewaan seseorang karena kekasih yang telah pergi. YANG TAK BERSATU Dalam lamunanku terlintas bayangan dirimu Dirimu yang telah mengisi hariku Dirimu yang selalu aku rindu Wajahmu yang selalu hadir dalam mimpiku Ingin rasanya ku peluk dirimu Sebagai pengobat rasa rindu ini Namun ku tau kita tak lagi bersatu Izinkan aku untuk menyimpan rasa ini Untuk ku jadikan sejarah dalam hidupku bidadariku Wahai bidadari Datanglah padaku Ku tak sanggup lagi menahan rasa ini Rasa yang tak pernah padam Meski hujan selalu membasahi api asmara selalu berkobar dalam hatiku kau bidadari taukah kau betapa tersiksanya diriku tanpa hadirmu terasa sunyi, terasa sepi hidup ini kaulah semangat hidupku