Langsung ke konten utama

Makalah Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi




Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur
Mata Kuliah : Membaca
Dosen pembimbing ;



Oleh    :




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PERADABAN BUMIAYU
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT atas rahmat serta hidayahnya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah tentang “faktor penunjang dan kecepatan membaca”.
Disamping itu kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharap kritik dan saran agar kedepannya kami perbaiki. Karena kami sadar masih banyak kekurangan.









Paguyangan, 5 Januari 2018  


Penyusun                    




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL                                                                                       i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang................................................................................. 1
B.       Perumusan Masalah.......................................................................... 2
C.       Tujuan Pembahasan.......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Hubungan Minat Baca dan Penguasan Kosakata dengan
Kemampuan Memahami Teks Deskripsi.......................................... 3
B.     Hubungan Penguasaan Kosakatadengan Kemampuan Memahami
Teks Deskripsi.................................................................................. 3
C.     Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks
Deskripsi.......................................................................................... 4

BAB III PENUTUP
A.      Simpulan.......................................................................................... 5
B.       Saran................................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 6



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kamus besar bahasa Indonesia diuraikan bahwa membaca berasal dari kata baca yaitu melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:597) kosakata diartikan sebagai perbendaharaan kata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kosakata atau leksikon adalah perbendaharaan kata yang memuat makna yang dimiliki oleh suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara minat baca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama dengan kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa PBSI I 2017/2018. Berdasarkan permasalahan yang diajukan dan data penelitian yang dianalisis. Semakin tinggi minat baca mahasiswa, dan semakin tinggi tingkat penguasaan kosakatanya, maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam memahami teks deskripsi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa minat baca dan penguasaan kosakata harus menjadi titik tekan jika ingin meningkatkannya.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia diuraikan bahwa membaca berasal dari kata baca yaitu melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati). Sejalan dengan pengertian membaca dan minat diatas,  Berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan dapat diartikan bahwa tingkat aktivitas baca yang tinggi dari seseorang dan seberapa banyak buku yang dipilih untuk dibaca, serta intensitas seseorang dalam melakukan kegiatan membaca, menandakan bahwa orang tersebut mempunyai minat baca pada tingkatan tertentu, misalnya minat baca rendah, minat baca sedang, atau minat baca tinggi. Semakin sering seseorang melakukan kegiatan membaca, semakin banyak buku yang dipilihnya untuk dibaca, dan semakin tinggi intensitas seseorang dalam melakukan kegiatan membaca, berarti semakin tinggi pula tingkat minat bacanya atau sebaliknya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:597) kosakata diartikan sebagai perbendaharaan kata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kosakata atau leksikon adalah perbendaharaan kata yang memuat makna yang dimiliki oleh suatu bahasa. Penguasaan terhadap kosakata ini sangat penting, sebab tanpa penguasaan kosakata yang memadai, siswa tidak akan mampu memahami teks atau bacaan dengan baik. Hal ini berarti, semakin tinggi kualitas dan kuantitas kosakata yang dimiliki, semakin besar pula kemungkinan siswa terampil berbahasa. Kualitas kosakata adalah nilai penempatan kata dalam sebuah kalimat, sedangkan kuantitas adalah jumlah kosakata yang dikuasai oleh seseorang. Selanjutnya, pengertian teks deskripsi atau wacana deskripsi.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
-       Bagaimana Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi?
-       Bagaimana Hubungan Minat Baca dan Penguasan Kosakata dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi?

C.     Tujuan Pembahasan

-          Mahasiswa dapat memahami tentang Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi.
-          Mahasiswa dapat menerapkan Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hubungan Minat Baca dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data penelitian berupa nilai minat baca, nilai penguasaan kosakata, dan nilai kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa PBSI I tahun pelajaran 2017/2018. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan meneliti perpustakaan yang ada di universitas peradaban bumiayu.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat baca dengan kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa PBSI I tahun 2017/2018. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan bahwa tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dengan kemampuan memahami teks deskripsi ditolak. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi minat baca seseorang, semakin tinggi pula kemampuannya dalam memahami teks deskripsi. Ranah afektif berkaitan dengan minat, rasa percaya diri, pengontrolan perasaan negatif, serta penundaaan dan kemauan untuk mengambil risiko.Jadi, minat merupakan ranah afektif yang kemudian menjadi sumber pemahaman, interpretasi dan asimilasi seseorang dalam membaca. Dengan demikian, peranan minat dalam kemampuan memahami teks.sangat penting untuk mendapat titik tekan

B.     Hubungan Penguasaan Kosakatadengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan dengan kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa universitas peradaban bumiayu.Dengan demikian, hipotesis yang diajukan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami teks deskripsi ditolak. Hasil temuan pada penelitian ini sejalan dengan pendapat yang disampaikan Tarigan (2011:2), bahwakualitas keterampilan berbahasa seseorang bergantung kepada kuantitas dan kualitas kosakata yang dimilikinya. Semakin kosakata yang kita miliki semakin besar pula kemungkinan kita terampil berbahasa. Oleh sebab itu, pengajaran kosakata perlu mendapatkan perhatian yang lebih, agar dapat meningkatkan kemampuan memahami teks.

C.    Hubungan Minat Baca dan Penguasan Kosakata dengan Kemampuan Memahami Teks Deskripsi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat baca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa PBSI universitas peradaban tahun 2017/2018. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dan penguasaan kosakata dengan kemampuan memahami teks deskripsi ditolak. Temuan hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang menjelaskan bahwa siswa haruslah mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam mengenai kosakata dan memperhatikan secara teliti bagaimana kosakata dipergunakan dalam kalimat dan kosakata itu dibentuk (Tarigan, 2015:140). Rasa ingin tahu siswa yang mendalam mengenai kosakata, merupakan salah satu wujud minat yang pada akhirnya akan membawa siswa kepada tingkat penguasaan kosakata tertentu. Berdasarkan uraian tentang hasil dan temuan-temuan penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi minat baca mahasiswa, dan semakin tinggi tingkat penguasaan kosakatanya, maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam memahami teks deskripsi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa minat baca dan penguasaan kosakata harus menjadi titik tekan jika ingin meningkatkannya.






BAB III
PENUTUP
A.    simpulan
Dari penjabaran di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya filsafat bahasa erat kaitannya dengan pembentukan karakter pemuda. Terutama penggunaan bahasa sendiri yang sangat vital dan dibutuhkan masyarakat luas untuk berkomunikasi antarsesama. Melalui bahasa, kita dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi. Melalui bahasa kita dapat mengajarkan nilai-nilai yang terdapat di sekitar masyarakat. Melalui bahasa pula, kebudayaan dapat dilestarikan sebagai bagian pendidikan karakter yang coba ditanamkan terhadap anak-anak usia dini untuk mencintai bahasa juga bangsanya sendiri. Terlepas dari bahasa, karakter seseorang condong dilakukan kepada kebiasaan sehari-hari. Karakter bisa berupa hal yang baik maupun hal buruk. Karakter setiap individu bersifat khas, unik, dan berbeda satu dengan lainnya. Melaui filsafat bahasa, dapat terbentuk sebuah karakter kuat yang akan dimiliki setiap orang di suatu negara. Hal itu akan berdampak positif untuk bangsa dalam memajukan kehidupan warga negaranya.

A.    Saran
Bagi semua mahasiswa, diharapkan dapat memahami hubungan antara minat baca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama dengan kemampuan memahami teks deskripsi mahasiswa PBSI I 2017/2018. Sehingga dapat memaksimalkan pembelajaran.






DAFTAR PUSTAKA

Nurhadi. 1987. Membaca cepat dan efektif. Bandung:Sinar Baru Algensindo
Kamus Besar Bahasa Indonesia







Komentar