Langsung ke konten utama

Hidup dan Masalah

 Hidup, Masalah dan Masalah Hidup


Hidup tanpa masalah tidaklah hidup dan kadang pula masalah hidup yang rumit seolah mendorong kita untuk mengakhiri hidup. Lantas bagaimanakah hidup yang damai atau berdamai dengan masalah hidup?

     Manusia pada dasarnya butuh sebuah masalah dan akan dihadapkan dengan masalah sepanjang hidupnya. Sebab, pelajaran dan pengajaran penting justru diperoleh saat dan/atau setelah menghadapi masalah. Meski demikian, masih ada pula yang tidak siap atau tidak mampu mengambil hikmah dan pembelajaran dari sebuah masalah. Dalam kategori ini mereka yang stres dan bahkan rela mengakhiri hidup karena masalah yang menimpanya dianggap terlalu berat dan tak punya jalan keluarnya.

   Hidup dan masalah bila dianalisa lebih mendalam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab, setiap ada yang hidup tentu diikuti masalahnya masing-masing dan setiap masalah tentu hadir pada setiap yang hidup. Ya, setiap makhluk memiliki masalah mereka masing-masing. Pepohonan yang memiliki masalah terhadap hama dan kekeringan, binatang dengan masalah mereka seperti kehilangan, ancaman predator dan sebagainya, pun manusia dengan masalah mereka. Oleh karena itu, kita tak perlu risau dan merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Percaya dan yakin bahwa masalah yang sedang dihadapi akan selesai sesuai waktunya adalah kunci dalam menghadapi masalah.

     Pernahkah kita berpikir bagaimana jadinya jika kita tidak punya masalah sama sekali dalam hidup? Ya, kerapkali kita sering membayangkan bahwa selama hidup, kita tidak memiliki masalah sama sekali. Namun, tidak pernah terbesit sekecilpun apa dan bagaimana imbasnya jika hidup tanpa masalah sama sekali. Ada pertanyaan yang mudah berbunyi begini; apa yang kamu lakukan saat merasa relaks atau tenang atau merasa tidak ada masalah atau mungkin akrab disebut melamun? Ya, ketika kita melamun atau merasa sehari/sejam/sedetik itu tidak bermasalah, kita mulai merasa bahwa otak bekerja dengan baik dan mulai berpikir. Pada momen ini biasanya muncul berbagai pertanyaan yang berputar di otak. Entah memikirkan terjadinya sebuah tempat, benda dan peristiwa, memikirkan nasib di masa depan dan sebagainya. Pokoknya, semakin tubuh kita diam maka otak semakin sibuk dengan polemiknya. Sadar atau tidak, saat otak bekerja maksimal ia justru mulai mencari sebuah masalah dan solusinya. Suka ataupun tidak, inilah yang terjadi pada diri kita. Oleh itu, simpulan yang dapat diambil adalah masalah dan hidup tidak dapat dipisahkan.

    Seperti yang sudah diuraikan di atas, masalah memiliki peranan penting dan juga manfaat yang luar biasa. Namun, kita jarang menyadarinya karena energi yang kita punya digunakan untuk fokus pada solusi dan cenderung menggunakan pikiran kita untuk melihat masalah dari sisi negatifnya semata. Ini hal yang wajar karena hampir seluruh manusia akan bereaksi demikian. Hanya orang-orang tertentulah yang tanggap menyadari bahwa masalah yang dihadapinya merupakan satu langkah untuk mendapat pembelajaran. Ada kalimat menarik dari salah satu ungkapan dari Sabrang vokalis Letto dalam sebuah podcast yang berbunyi begini, "Keputusan yang baik diambil dari pertimbangan berdasarkan pengalaman. Pengalaman tercipta dari keputusan yang salah." Jadi, jika diamati lebih mendalam, keberhasilan yang saat ini kita nikmati adalah hasil dari sikap yang kita lakukan saat menghadapi masalah di masa lampau, dan sikap yang kita lakukan dalam menghadapi masalah saat ini adalah bekal untuk keberhasilan di masa mendatang. Mencoba lalu gagal masih lebih baik daripada gagal mencoba.

Komentar