Langsung ke konten utama

Postingan

Tips Menulis - Yazid Attafsir

TIPS MENULIS Hai sobat belajar, kali ini saya akan berbagi tentang tips menulis. Ya, mungkin banyak yang bercita-cita atau berkeinginan menjadi penulis, tapi acapkali kita bingung menentukan step awal dalam menulis. Alhasil, kita tidak pernah bisa menyelesaikan satu karya tulis. Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat membuat satu karya tulis yang layak untuk dibaca dan bagus. Namun, sebelum itu perlu digarisbawahi bahwa semua karya tulis sejatinya bagus. Hanya saja, mungkin perlu beberapa pembenahan agar karya tulis yang dibuat oleh sahabat belajar tertata dengan baik dan rapi, baik dari segi kalimat, penggunaan tanda baca serta keselarasan tulisan. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan sobat belajar dalam menulis sebagai berikut. 1.       Tahap awal Pada tahap awal atau yang dikenal sebagai tahap pra-menulis. Pada tahap awal ini penulis menyiapkan segala sesuatu terkait karya tulis yang akan dibuat. Beberapa tahap awal sebagai berikut. ...

Setelah Hujan Reda

 Berkenalan Denganmu adalah Ketidaksengajaan yang dirancang Tuhan Aku pernah mengenal seorang gadis. Dia cantik, baik, dan seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Naila, ya, namanya Naila. Pertama kali berkenalan dengannya melalui sosial media. Sebenarnya kami satu gedung yang sama selama 2 tahun. Namun, kami tak pernah bertatap muka, bertemu tanpa sengaja, dan bahkan aku tak tahu bahwa selama ini, ada surga yang bersembunyi. Hari itu, akun sosial media lamaku teretas oleh entah siapa. Semua kenangan, perjalanan, celotehan, foto lama, semuanya hilang. Aku memutuskan untuk tidak lagi membuat akun baru, alias bermain dengan media sosial. Namun, seorang mentor menulis melarang. "Media sosial itu alat kamu untuk promosi," katanya. Bulan februari, aku kembali membuat akun baru. Semua teman lama kuundang untuk pertemanan, dan aku mengklarifikasi akun lama. Beberapa hari, datang notifikasi pertemanan. Kukonfirmasi dia. Dia mengirim sebuah pesan pertama kali. Aku heran dan...

Baca ini ketika kamu hopeless

    Baca ini ketika kamu hopeless Ketika kamu membaca tulisan ini, kamu merasa bahwa hidupmu selalu suram. Masalah yang datang seakan tidak pernah ada habisnya. Hidup terasa seperti tidak berpihak padamu, sehingga kamu merasa tidak bahagia dengan hidupmu. Kamu juga merasa bahwa masalah yang datang hanya membuatmu stres dan depresi. Bahkan, kamu sempat berpikir untuk menyelesaikan hidupmu. Ya, ketika harapan dan impiannu dipatahkan oleh realita, kamu merasa bahwa hidup sepertinya berhenti. Kamu patah semangat dan hilang arah.  Jika benar demikian, maka ingatlah bahwa hidup sejatinya belajar dari masalah. Artinya, tanpa masalah, maka kita tidak akan pernah belajar. Kamu juga harus ingat bahwa masalah tidak datang untuk membuatmu hancur, melainkan menjadikanmu lebih kuat.  Ingatlah filosofi berlian. Ya, sebuah berlian yang berkilauan dan mahal harganya harus melewati fase menyakitkan. Berlian harus dikikis, dibentuk dan dipoles. Fase menyakitkan itu adalah proses. Begit...

Keutuhan Wacana

Keutuhan Wacana A. Pendahuluan  Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa itu dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional atau interaksional. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antar penyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa. Disiplin ilmu yang mempelajari wacana disebut dengan analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan. Suatu wacana dituntut memiliki keutuhan struktur. Keutuhan itu dibangun oleh komponen-komponen yang terjalin di dalam suatu organisasi kewacanaan. Organisasi inilah yang disebut sebagai struktur wacana. Sebagai sebuah organisasi, struktur wacana da...

Aplikasi Pengkajian Dan Penelitian Wacana

 Aplikasi Pengkajian Dan Penelitian Wacana A.  Wacana: Lautan Penelitian Linguistik Masing-masing bidang penelitian linguistik memiliki basis dan orientasi tersendiri. Namun perlu diingat bahwa bahasa sebagai objek penelitian linguistik terlahir dari beberapa dimensi sekaligus. 1.    Dimensi Pikiran Manusia Bahasa tidak begitu saja lahir dan atau terucap secara verbal, namun melewati serangkaian kodifikasi rumit dalam pikiran dan alat artikulatoris manusia. 2.    Dimensi Sistem Gramatika Kebahasaan Setiap bahasa menuntut penutur untuk membahasakan sesuai dengan kaidah gramatika bahasa yang digunakannya. Tanpa kepatuhan terhadap sistem ini, pola pembahasaan akan menunjukan gejala kekacauan. 3.    Dimensi Konteks Tuturan Bahasa dapat dipahami secara tepat, antara lain karena adanya konteks tuturan yang melahirkannya. Konteks adalah situasi dan kondisi yang melatarbelakangi lahirnya wacana (satuan kebahasaan) tertentu. Pemahaman konteks tuturan dapat...

TATA BAHASA DARI SUDUT PANDANG PSIKOLINGUISTIK

TATA BAHASA DARI SUDUT PANDANG PSIKOLINGUISTIK Resepsi Bunyi Ujar Kalau seseorang mendengar suatu ujaran atau kalimat harus mengubah bunyi-bunyi ujar tersebut menjadi suatu konsep yang dapat dimengerti. Bila mendengar kata atau kalimat yang tertinggal dalam ingatan yaitu proposisi dan konsep yang dimaksud pembicara dari kata atau kalimat yang didengarkannya. Pembatasan bunyi dan makna bukan hal yang mudah. Untuk mencapai pemahaman, seorang pendengar harus menggunakan kompetensi linguistiknya untuk mengidentifikasi bunyi-bunyi ujar dan strategi tertentu mengartikan bunyi ujar tersebut menjadi makna. Sehubungan dengan pemahaman, Kridalaksana (1984:142) mengatakan bahwa pemahaman merupakan proses mental yang membuat pendengar menyerap bunyi yang diujarkan pembicara dan memakainya untuk membangun maksud atau sesuatu yang dimaksud oleh pembicara. Kalau seseorang mendengar ujaran dari penutur, orang tersebut akan mencoba mengubah ujaran tersebut ke dalam konsep yang berupa pesan dan dapat di...